| Syahrul:
Herry Tetap Dilantik |
| Wednesday, 06 August 2008 |
Makassar,
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebut
bahwa kepala daerah tidak perlu mundur jika
kembali mencalonkan diri, mengundang kontroversi
di Makassar. Bahkan, DPRD langsung mengusulkan
penundaan pelantikan Andi Herry Iskandar sambil
menunggu konsultasi dengan Gubernur Sulsel
Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) Mardiyanto.
Namun, Syahrul
yang dikonfirmasi terpisah, secara tegas
menyatakan akan tetap melantik Andi Herry
Iskandar sebagai Wali Kota Makassar menggantikan
Ilham Arief Sirajuddin, yang sudah mengundurkan
diri. ”Proses pelantikan akan tetap kami
lanjutkan, apalagi proses yang sedang berjalan
mengharuskan seperti itu.Tidak mungkin
kansekarang undang-undang tersebut
berlaku,”tandasnya kemarin.
Sekadar
diketahui,saat ini tercatat lima kepala daerah
di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengundurkan
diri karena kembali mencalonkan dalam Pemilu
Kepala Daerah. Yakni Wali Kota Makassar Ilham
Arief Sirajuddin,Wali Kota Parepare Zain Katoe,
Bupati Luwu Basmin Mattayang, Bupati Jeneponto
Radjamilo, dan Bupati Wajo Andi
Asmidin.Berdasarkan aturan Menteri Dalam
Negeri,disebutkan penunjukan kepala daerah
definitif.
Rencananya, pelantikan Wali
Kota Makassar Andi Herry Iskandar akan
dilaksanakan Jumat (8/8) dan Bupati Luwu Bahrum
Daido pada Senin (11/8). Aturan yang
mengharuskan incumbent mengundurkan diri dari
jabatannya guna menghindari jalannya proses
pemerintahan terseret politik praktis. Proses
pemilihan harus ditempatkan pendekatan setara
dan adil dalam pelaksanaannya.
”Kalau
saya ditanya sebagai gubernur yang sedang
memegang jabatan, tentu saja senang dengan
keputusan tersebut.Akan tetapi, tidak harus
dipandang dari sisi pemerintahan saja,” ujarnya.
Pencabutan pasal kewajiban mundur bagi incumbent
yang kembali mencalonkan diri dalam Pemilu
kepala daerah, seperti yang tertuang sebelumnya
dalam Undang- Undang No 32/2004 dan Undang-
Undang No 12/2008 oleh MK tidak otomatis
langsung diberlakukan, khususnya di
Sulsel.
|
| Baca
selebihnya...
| |
| Bandara
Baru Resmi Beroperasi |
| Monday, 04 August 2008 |
|
Maskapai-Travel Sosialisasi Bandara
Baru, Terminal Bandara Lama untuk Jamaah
Haji
Makassar, Penantian panjang masyarakat Sulsel
terhadap pengoperasian bandara baru Hasanuddin,
akhirnya terealisasi. Hari ini, PT Angkasa Pura
I Bandara Hasanuddin memulai "soft operation"
sehingga segala aktivitas pelayanan beralih dari
terminal lama ke terminal baru.GM PT Angkasa
Pura I Bandara Hasanuddin, IBG Winaya mengatakan
"soft operation" merupakan awal pengoperasian
bandara baru sebelum diresmikan oleh pemerintah
pusat pada pertengahan bulan ini.
Bandara
baru akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat
Sulsel, karena dilengkapi beragam fasilitas
modern. Winaya menyebutkan, pembangunan bandara
baru sangat dibutuhkan, karena bandara lama
sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang
yang menggunakan pelayanan jasa penerbangan
Hasanuddin.
Selain itu, jumlah penumpang
dan pesawat dari tahun ke tahun mengalami
pertambahan. Pada 2007 misalnya, jumlah
penumpang pesawat udara di Bandara Hasanuddin
mencapai 4,5 juta orang. Sedangkan pergerakan
pesawatnya mencapai 49.000.
"Jika merujuk
ke pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun,
sudah seharusnya kita menggunakan terminal baru.
Kondisi di bandara lama sudah sangat tidak layak
untuk kategori bandara internasional. Bahkan,
kondisi ini membuat penumpang menjadi tidak
nyaman jika terus dibiarkan," kata
Winaya.
Selain itu, lahan bandara lama
juga sangat tidak memungkinkan untuk mengikuti
perkembangan penerbangan dan peralatannya sudah
amat tua. "Makassar adalah pintu KTI. Makanya
harus dibangun bandara baru untuk mengikuti
perkembangan zaman,"
katanya.
Maskapai-Travel
Sosialisasi Bandara Baru
Maskapai penerbangan dan perusahaan jasa
travel mulai menyosialisasikan penggunaan
bandara yang baru di Bandara Hasanuddin
Makassar, sejak akhir pekan lalu. Dari pantauan
sejumlah calon penumpang yang akan berangkat
dari Bandara Hasanuddin mulai, Senin (4/8) hari
ini diminta langsung ke bandara
baru.
|
| Baca
selebihnya...
| |
| Dubes
Vatikan: Sulsel Hatinya Indonesia
|
| Monday, 04 August 2008 |
Makassar, Duta Besar
Vatikan untuk Indonesia Mgr Leopoldo Grelli
mengatakan, Provinsi Sulawesi Selatan yang kaya
potensi sumber daya alam (SDA) merupakan
"hatinya" Indonesia. "Sulawesi Selatan adalah
hatinya Indonesia yang memiliki potensi SDA yang
cukup dan ramah lingkungan," katanya pada
pertemuan silaturahmi dengan Gubernur Sulsel
Syahrul Yasin Limpo di Gubernuran Makassar,
Jumat (1/8) malam.
Pertemuan bilateral
kedua pejabat pemerintahan Sulsel-Vatikan yang
dirangkaikan makan malam bersama rombongan
kedubes tersebut berlangsung dalam suasana penuh
keakraban guna meningkatkan hubungan
persahabatan kedua negara Indonesia (Sulsel) dan
Vatikan. Selain memuji Sulsel sebagai hatinya
Indonesia, Grelli juga menanyakan apakah di
provinsi ini terdapat tambang dan potensi
lainnya yang menjanjikan kesejahteraan rakyat di
daerah itu.
"Makassar juga macet ya Pak
Gubernur. Tetapi macetnya tidak seperti
Jakarta," kelakar Leopoldo sambil menambahkan,
kemacetan Makassar yang belum begitu padat ini
karena adanya pertumbuhan berbagai sektor
pembangunan.
Dubes Vatikan itu juga
menyampaikan bahwa kunjungannya ke Sulsel guna
menghadiri Munas Union Indonesia ke-9 gereja
Katolik seluruh Indonesia yang pembukaannya
dijadwalkan berlangsung di Makassar, Senin
(4/8), dan penutupannya di Kabupaten Tanatoraja,
Minggu depan.
Munas Union Indonesia ke-9
diikuti sekitar 150 peserta dari 33 provinsi di
Indonesia, termasuk utusan dari Malaysia, India,
Singapura, Tailand, Brunei Darussalam, dan
Filipina.
|
| Baca
selebihnya...
| | |
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2
3
4
5
6
7
8
9
10
Selanjutnya
> Akhir
>>
| |
| |
|
| |